Tahukah anda jika kesuksesan tidaklah tergantung dari seberapa banyak gelar yang anda miliki saat ini? 

Kehadiran gelar nyatanya dapat membuat pembatasan kegiatan professional. Padahal belum tentu yang tidak
memiliki gelar tidak dapat bersaing. Dan faktanya yang mengejutkan adalah kebutuhan kita bukan hanya
berbicara tentang pendidikan dengan gelar tinggi namun ketika dia sudah berada di dalam kehidupan nyata
maka yang bekerja adalah life skill dan karakter.

Pendidikan tidak hanya mengandalkan sekolah saja. Jangan pernah menganggap anak-anak kita layaknya pakaian 

kotor yang orang tuanya menyerahkanya. Dan kemudian mengambilnya saat pakaian tersebut sudah bersih.
Orang tua sesungguhnya memiliki peranan penting dalam memberikan pendidikan yang sebenarnya.
Karena sistem pendidikan yang terlalu rumit yang mencerdaskan anak-anak yang cerdas otaknya namun kosong
jiwanya. Sehingga bisa jadi justru kecerdasan itu sendiri digunakan untuk menipu dan menindas bangsa sendiri.

Kita begitu malunya diperlihatkan bagaimana kalangan kelas atas, pejabat politik hingga artis banyak 

di pertontokan dengan berita tentang penipuan, korupsi, narkoba. Bukankah mereka ini sebagian besar
berasal dari orang pendidikan dengan gelar yang baik? Apa yang salah dengan hal ini?

Tahukah kesalahan terbesar orang tua kita salah satunya adalah sebagian besar waktu dari para orang tua 

disibukkan untuk anak-anaknya mengejar nilai akademis. Untuk mereka saat ini, pelajaran sekolah rasanya
belum cukup untuk mereka kemudian menambah beban mereka dengan mengikuti berbagai les tambahan untuk
meningkatkan kemampuan akademik.

Lebih lucunya lagi saat kebanyakan orang tua akan merasa bangga jika anaknya mendapatkan nilai terbaik 

tak jarang dari beberapa orang tua akan merasa bersaing dengan segala cerita keberhasilan sang anak
di bidang akademik. Waktu mereka rasanya belum cukup dijejalin dengan teori yang tak ada habisnya.
Rumus trigonometri, menghitung integral, dan setumpuk pelajaran rumit dibangku sekolah menjadi lebih
penting dibandingkan mengajarkan kejujuran, integritas, kasih sayang, empati dan lain sebagainya.

Kita pun jadi bertanya apakah hal ini sebenarnya dibutuhkan kita dalam kehidupan? Sebagian dari kita 

bahkan lupa apa arti kedisplinan dengan menyerobot antrian seenaknya, atau bagaimana cara membuang
sampah pada tempatnya.

Apakah ini hasil pendidikan yang kita inginkan saat ini? Pendidikan yang justru membuat kita menjadi 

bingung dengan tahu banyak hal namun tidak pernah tahu mau berbuat apa? Pertanyaan ini bisa dijawab
dengan mengubah mind set kita yang awalnya fokus kepada pendidikan akademik kita mulai bisa memasukkan
nilai-nilai positif yang akan membentuk karakter yang positif untuk anak – anak kita. Tidak cukup sampai
disitu bekali anak-anak life skill sesuai dengan passion mereka tanpa harus membebani yang berlebihan.
Hingga mereka menemukan life skill yang bisa digunakan untuk masa depan nantinya.

Keterangan foto:
Program Pendidikan karakter & Life Skill 3 Negara
Adventure Across Nation 18-23 Desember 2019